Pages

Kamis, 26 Desember 2013

Percobaan 9
SINTESIS ASPIRIN

      I. Tujuan Percobaan
       1.      Membuat aspirin dalam skala labor
       2.      Memahami dan mempelajari reaksi yang terjadi
       3.      Menghitung presentase aspirin yang dihasilkan

       II.  Latar belakang
            Aspirin dapat disintesis dari asam salisilat dan asam asetat anhidrat dengan dibantu dengan asam sulfat pekat. Aspirin memilik keguanaan untuk meringankan rasa saki, terutama sakit kepala, sakit gigi dan nyerti otot serta menurunkan demam. Aspirin yang sekarang sedang dikembangkan ini memiliki efek antikoagulan dan dapat digunakan dalam dosis rendah dengan waktu lama untuk mencegah serangan jantung.
           Sintesis aspirin merupakan suatu proses dari esterifikasi. Esterifikasi merupakan reaksi antara asam karboksilat dengan suatu alkohol membentuk suatu ester. Aspirin merupakan salisilat ester yang dapat disintesis dengan menggunakan asam asetat (memiliki gugus COOH) dan asam salisilat (memiliki gugus OH). Asam salisilat dicampur dengan asam asetat anhidrat, menyebabkan reaksi menghasilkan aspirin dan asam asetat, yang merupakan produk sampingan. Sejumlah kecil asam sulfat umumnya digunakan sebagai katalis.

III. Alat dan Bahan
    Alat yang digunakan adalah labu bulat, pipet tetes, gelas piala, batang pengaduk, gelas ukur, cawan kristalisasi, spatula, pipet ukur, termometer, corong dan penangas air.
    Sedangkan bahan yang digunakan adalah asam salisilat, asam asetat, H2SO4 dan etanol.

IV. Cara Kerja
    Asam salisilat sebanyak 5 gram dan 5 ml asam asetat (ρ = 1,05 g/mL) dimasukan ke dalam labu bulat, kemudian ditambahkan 3 tetes H2SO4 pekat. Kemudian labu digoyang agar terjadi pencampuran yang baik. Setelah itu, panaskan di atas penangas air pada suhu 50 – 60 C selama 15 menit disertai pengadukan. Lalu campuran dibiarkan dingin, kemudian ditambahkan 37,5 mL aquadest lalu diaduk. Campuran disaring, kristal yang terbentuk direkristalisasi dengan etanol panas. Kemudian larutan dituang ke dalam 15 mL aquadest hangat. Setelah terbentuk kristal berupa jarum – jarum halus, lalu larutan disaring. Kemudian kristal yang telah kering ditimbang dan ditentukan titik lelehnya. Titik leleh aspirin murni 136 -137 C.

V. Hasil dan Pembahasan.

Hasill Percobaan Sintesis Aspirin


Pembahasan
            Tujuan dari percobaan ini adalah untuk melakukan sintesis aspirin dari asam salisilat dan anhidrat asetat dengan metode asetilasi. Aspirin merupakan turunan dari asetil salisilat yang sangat berkhasiat, diantaranya berfungsi sebagai analgetik, antiseptic, penghambat pembentukan hormon, agen peuretik, agen untuk mengatasi sindrom batter. Aspirin dapat dihasilkan dengan menggunakan reaksi esterifikasi dengan metode asetilasi. Pembuatan aspirin dimulai dari menimbang asam salisilat sebanyak 5 gram, kemudian memasukkan asam salisilat 5 gram tersebut ke dalam labu bulat ; menambahkan 5 ml asam asetat glasial sambil dibilas ; menambahkan juga H2SO4 pekat sebanyak 5 tetes ke dalam erlenmeyer 125 ml yang telah diisi asam salisilat 5 gram, setelah itu erlenmeyer dipanaskan di atas penangas air selama 15 menit, lalu diangkat dan menambahkan 37,5 ml aquadest ; menunggu selama 3 menit sambil direndam ke dalam air es, setelah itu dilakukan rekristalisasi ; membilas dengan 5 ml etanol ; menaruh hasil kristal ke dalam cawan porselin, sebelumnya cawan porselin ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui berat kosong cawan porselin tersebut, lalu mengeringkan hasil kristal dengan memasukkan cawan porselin ke dalam oven 100oC, tunggu hingga hasil kristal mongering ; menimbang hasil pengeringan kristal aspirin tersebut dengan timbangan elektrik untuk mengetahui hasil persen berat dari sintersis aspirin.
           Sintetis aspirin termasuk reaksi esterifikasi. Asam salisilat dicampur dengan anhidrin asetat, menyebabkan reaksi kimia yang mengubah grup alkanol asam salisilat menjadi grup asetil (R-OH→R-OCOCH3). Proses ini menghasilkan aspirin dan asam asetat, yang merupakan aspirin sampingan.  Sejumlah kecil asam sulfat umumnya digunakan sebagai katalis. Asam sulfat berfungsi sebagai donor proton sehingga ikatan rangkap pada anhidrin asetat lebih mudah terbuka lalu bergabung dengan asam salisilat yang kehilangan hidrogennya. Setelah proses pengikatan selesai, ion SO42- kembali mengikat proton H+ yang berlebih. Pada percobaan kali ini didapatkan aspirin seberat 8,4682 gram.

VI. Kesimpulan
1.    Aspirin merupakan turunan dari asetil salisilat.
2.    Dari percobaan aspirin yang didapat sebesar 8,4682 gram.
3.    Sintetis aspirin termasuk reaksi esterifikasi.

Senin, 23 Desember 2013

Percobaan tentang saponifikasi

                                                                        Percobaan 8
I. Tujuan :

        1.    Membuat sabun secara sederhana.
        2.    Mempelajari sifat-sifat sabun.

II. Latar Belakang :

    Sabun adalah garam natrium atau kalium dari asam lemak berantai panjang. Asam lemak biasanya terdiri dari 12 hingga 18 karbon. Sabun padat merupakan natrium dari asam lemak, sedangkan sabun cair merupakan garam kalium dari asam lemak.
        Trigliserida terdiri dari tiga gugus asam lemak yang terikat pada gugus gliserol. Asam lemak terdiri dari rantai karbon panjang yang berakhir dengan gugus asam karboksilat pada ujungnya. Gugus asam karboksilat terdiri dari sebuah atom karbon yang berikatan dengan dua buah atom oksigen. Satu ikatannya terdiri dari ikatan rangkap dua dan satunya merupakan ikatan tunggal. Setiap atom karbon memiliki gugus asam karboksilat yang melekat, maka dinamakan “tri-gliserida”.
        Apabila trigliserida direaksikan dengan alkali (sodium hidroksida atau kalium hidroksida), maka ikatan antara atom oksigen pada gugus karboksilat dan atom karbon pada gliserol akan terpisah. Proses ini disebut “saponifikasi”. Atom oksigen mengikat sodium yang berasal dari sodium hidroksida sehingga ujung dari rantai asam karboksilat akan larut dalam air. Garam sodium dari asam lemak inilah yang kemudian disebut sabun. Sedangkan gugus OH dalam hidroksida akan berikatan dengan molekul gliserol, apabila ketiga gugus asam lemak tersebut lepas maka reaksi saponifikasi dinyatakan selesai.
        Trigliserida biasanya disebut juga “fat” atau lemak jika berbentuk padat pada suhu kamar, dan disebut minyak (oil) bila pada suhu kamar berbentuk cair. Trigliserida tidak larut dalam air, hal ini dapat dibuktikan bila kita mencampurkan air dan minyak, akan terlihat keduanya tidak akan bercampur.
         Sabun disebut sodium stearat dengan rumus kimia C17H35COO – Na + dan merupakan hydrocarbon rantai panjang dengan 10 sampai 20 atom Carbon. Dapat digunakan untuk membersihkan karena  bersifat polar, merupakan komponen ionik yang larut dalam air dan tidak larut dalam larutan organik, yaitu minyak.
          Lemak dan minyak yang digunakan untuk membuat sabun terdiri dari 7 asam lemak yang berbeda. Apabila semua ikatan karbon dalam asam lemak terdiri dari ikatan tunggal disebut asam lemak jenuh, sedangkan bila semua atom karbon berikatan dengan ikatan rangkap disebut asam lemak tak jenuh. Asam lemak tak jenuh dapat dikonversikan menjadi asam lemak jenuh dengan menambahkan atom hydrogen pada lokasi ikatan rangkap. Jumlah asam lemak yang tak jenuh dalam pembuatan sabun akan memberikan pengaruh kelembutan pada sabun yang dibuat.

III. Alat dan Bahan

      Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah pemanas listrik, erlenmeyer, batang pengaduk, pipet tetes, corong, gelas piala dan tabung reaksi.
      Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah NaOH 25 %, MgSO4, NaCl 25 %, FeCl3 5%, minyak tanah, etanol 95 %, minyak sayur dan CaCl2 5%



IV. Cara Kerja 

A.    Pembuatan Sabun
Minyak kelapa dimasukkan ke dalam erlenmeyer 100 ml, lalu ditambahkan 5 ml etanol dan NaOH 25% 5 ml. Kemudian diaduk dengan batang pengaduk, lalu dipanaskan di penangas air selama kurang lebih 20 menit sampai bau alkohol hilang. Setelah itu didinginkan lalu ditambahkan 37,5 ml NaCl jenuh dan endapan disaring lalu ditimbang.

B.    Sifat Sabun

1.    Zat pemulsi
       a.    Minyak sayur sebanyak 5 tetes dimasukan ke dalam tabung reaksi, lalu ditambahkan 5 ml air dan dikocok. Kemudian diamati apa yang terjadi.
       b.    Minyak sayur sebanyak 5 tetes dimasukan ke dalam tabung reaksi, lalu ditambahkan 5 ml air lalu ditambahkan sedikit sabun yang telah dibuat. Kemudian dikocok, diamati, dibandingkan dengan tabung pertama.

2.    Reaksi dengan air sadah
       Sabun yang telah dibuat diambil sepertiga spatula lalu ditambahkan 25 ml air kemudian dihangatkan.
       a.    Larutan diatas diambil 5 ml dimasukan ke dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 2 tetes CaCl2 5 %. Dikocok dan diamati.
       b.    Larutan diatas diambil 5 ml dimasukan ke dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 2 tetes FeCl3 5 %. Dikocok dan diamati.
       c.    Larutan diatas diambil 5 ml dimasukan ke dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 2 tetes MgCl2 5 %. Dikocok dan diamati.
       d.    Larutan diatas diambil 5 ml dimasukan ke dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 2 tetes air keran. Dikocok dan diamati.
C.    Kebasaan
       Dicatat pH dari larutan sabun yang telah dibuat dengan pH indikator.

V. Hasil dan pembahasan
  
Hasil

A.    Pembuatan Sabun
Minyak kelapa 6,5 ml + etanol 5 ml + NaOH % 5 ml + 37,5 ml NaCl jenuh = didapatkan sabun sebanyak 3,63 gram.

B.    Sifat Sabun

1.    Zat Pengemulsi
       a.    Ketika minyak kelapa + air, terjadi dua lapisan yaitu lapisan atas minyak dan lapisan bawahnya air.
       b.    Ketika minyak kelapa + air + sedikit sabun yang telah dibuat terdapat buih dari campuran tersebut.

2.    Reaksi Dengan Air Sadah
       a.    Ketika Larutan sabun 5 ml dicampurkan 2 tetes CaCl2 5 %, tidak ada buih.
       b.    Ketika Larutan sabun 5 ml dicampurkan 2 tetes FeCl3 5 %, tidak ada buih.
       c.    Ketika Larutan sabun 5 ml dicampurkan 2 tetes MgCl2 5 %, tidak ada buih.
       d.    Ketika Larutan sabun 5 ml dicampurkan dengan air keran, tidak ada buih.

           Praktikum kali ini tentang pembuatan sabun atau saponifikasi. Sabun yang biasa di gunakan sehari-hari di buat dengan proses Saponifikasi yaitu dengan mereaksikan suatu asam lemak/minyak dengan basa alkali sehingga terbentuk sabun. Percobaan yang pertama adalah pembuatan sabun, yang dibuat dari Minyak kelapa 6,5 ml + etanol 5 ml + NaOH % 5 ml + 37,5 ml NaCl jenuh didapatkan sabun sebanyak 3,63 gram.
            Percobaan kedua adalah sifat sabun. Pertama zat pengemulsi ketika minyak kelapa ditambahkan tidak tercampur karena minyak bersifat nonpolar dan air bersifat polar jadi antara minyak dan air tidak akan pernah bersatu. Kedua reaksi dengan air sadah, yaitu sabun yang telah kita buat direaksikan dengan CaCl2, FeCl3, MgCl2 dan air keran. Kesadahan berasal dari kata sadah yang berarti mengandung kapur, jadi kalau kesadahan air adalah adanya kandungan kapur yang berlebih pada air yang disebabkan oleh lapisan tanah kapur yang dilaluinya. Jenis sumber air yang yang banya mengandung sadah air tanah khususnya air tanah dalam. Air sadah dapat menyebabkan sabun sukar berbuih, hal ini diakibatkan oleh kandungan natrium stearat (C17H35COONa) dalam sabun yang beraksi dengan ion-ion Mg2+ dan Ca2+ yang memebentuk busa buih yang mengendap, adapun reaksinya :
Mg2+ (aq) + 2 C17H35COO- (aq) Mg(C17H35COO)2 (aq)
Ca2+ (aq) + 2 C17H35COO- (aq) Ca(C17H35COO)2 (aq)
    Karena sabun diendapkan, maka busa sabun baru akan terbentuk bila semua ion-ion magnesium dan kalsium telah terendapkan. Ini berarti untuk mencuci diperlukan sabun dengan jumlah yang banyak. Air sadah seperti ini mengakibatkan:
1. Sabun sukar berbusa, sehingga konsumsi sab
un lebih tinggi untuk keperluan mandi ataupun mencuci,
2. Tidak enak diminum (ditelan terasa kasar pada tenggorokan),
3. Terbentuknya kerak pada katel (panci) pada waktu air tersebut dimasak, akibatnya peralatannya menjadi lebih tebal dan penggunaan energi untuk pemanasan air menjadi lebih banyak.
4. Pada industri yang menggunakan pipa-pipa untuk menyalurkan air, air sadah dapat menimbulkan penyumbatan pada saluran pipa.
5. Air sadah yang mengandung ion kalsium (Ca) jika dikonsumsi bersama asam oksalat yang banyak terdapat pada sayur bayam atau buah nanas akan dapat membentuk senyawa kompleks Ca-oksalat yang mengendap pada saluran kencing atau disebut batu ginjal.
Kesadahan air disebabkan oleh ion-ion magnesium dan kalsium. Kesadahan tidaklah menguntungkan karena menurunkan tegangan permukaan air

VI. Kesimpulan
       1.    Sabun yang terbentuk dari percobaan sebesar 3,63 gram.
       2.    Air sadah dapat menyebabkan sabun sukar berbuih.

Minggu, 29 September 2013

Laporannya Kakak~



Laporan Sementara
PEMBUATAN  BIOETANOL DARI KETAN ITEM DENGAN ALAT DESTILASI SEDERHANA
Senin, 9 September 2013


 







Dosen Praktikum   : Adi Riyadhi, Msi

Nama Kelompok 5 :
Melani Shabrina            (1112096000010)
Mochamad Fajar           (1112096000031)
Raffty Setya Anindya    (1112096000002)


Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta
2013
I.             Tujuan
-       Mahasiswa mengetahui proses pembuatan ketan
-       Mahasiswa mampu menghasilkan bioetanol dari fermentasi ketan
-       Mahasiswa mampu membuat alat destilasi sederhana

II.           Dasar Teori
a.       Ketan  
Kata "beras" mengacu pada bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi)dan 'lemma' (bagian yang menutupi). Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam, yang disebut beras.Beras dari padi ketan disebut ketan. Kandungan beras sebagaimana bulir serealia lain, bagian terbesar beras didominasi oleh pati (sekitar 80-85%).
Beras juga mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron), mineral, dan air. Pati beras tersusun dari dua polimer karbohidrat:
• amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang
• amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket
  Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera). Ketan hampir sepenuhnya didominasi oleh amilopektin sehingga sangat lekat, sementara beras pera memiliki kandungan amilosa melebihi 20% yang membuat butiran nasinya terpencar-pencar (tidak berlekatan).
Beras hitam, sangat langka, disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam. Antosianin adalah senyawa glukosida yang dapat menimbulkan warna pada tumbuhan, terdapat di dalam vakoula dan bersifat larut dalam air. Antosianin sering dijumpai pada mahkota bunga yang berwarna ungu.
b.            Fermentasi
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya.
c.       Destilasi
Destilasi adalah suatu proses pemisahan yang sangat penting dalam berbagai industri kimia. Operasi ini bekerja untuk memisahkan suatu campuran menjadi komponen-komponennya berdasarkan perbedaan titik didih., memisahkan suatu produk kimia dari pengotornya, dan sangat diperlukan dalam industri obat-obatan. Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan perbedaan titik didik atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen. Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan kembali uap menjadi cair atau padatan. Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan alat pendingin
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuYzWk342jhfrWBW3F960s6eyr0Q6ModziN-lGCBnGa3M8Zb3WyoSX8gkwebRzLF22k9d9qufDaXssSoJswdwp_6TRE1N2-Oyaza5QrgxfPVCZNRErP3tcYKXbIv0Cwt3H3XgIKeTLmio/s1600/nixon.jpg
Hasil fermentasi adalah alcohol dan tentunya masih bercampur secara homogen dengan air. Atas dasar perbedaan titik didih air (100 oC) dan titik didih alcohol (70oC), sehingga yang akan menguap terlebih dahulu adalah alcohol. Dengan menjaga destilasi maka hanya komponen alcohol saja yang akan menguap. Uap tersebut akan melalui pendingin dan akan kembali cair, proses destilasi alcohol merupakan destilasi yang sederhana.
d.       Bioetanol, etanol, alkohol
Etanol disebut juga etil-alkohol atau alkohol saja, adalah alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, hal ini disebabkan karena memang etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol, atau grup alkohol lainnya. Sedangkan bioetanol adalah etanol (alkohol yang paling dikenal masyarakat) yang dibuat dengan fermentasi yang membutuhkan faktor biologis untuk prosesnya. Sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang lebih luas lagi. Bioetanol digunakan sebagai bahan bakar, terutama untuk kendaraan bermotor dan mobil

III.             ALAT DAN BAHAN
Alat
1.      Selang
2.      Botol beling 2 buah
3.      Kaleng bekas
4.      Penyaring
5.    Pemanggas (pemanas)
Bahan
1.      Tape ketan hitam ½ liter
2.      Ragi
3.      Es batu
4.   Air
5. Garam

IV.             PROSEDUR KERJA
-  Beras ketan dibersihkan dengan air
-    Direndam sehari semalam dengan air bersih
-    Beras ketan putih  dibilas lagi   dengan air beberapa kali hingga bersih
-    Kemudian beras ketan item direbus sampai matang
-    Setelah matang diletakkan di wadah yang telah disiapkan kemudian  didinginkan
-    Setelah dingin kemudian dicampur ragi hingga semua ketan tercampur ragi
-    Selanjutnya dimasukkan kedalam wadah yang bisa ditutup selama beberapa hari
-    Selanjutnya simpan selama 2 sampai 3 hari untuk proses fermentasi
Beras ketan item
Air ketan item
250g
140ml
V.                DATA PERCOBAAN
a.       Hasil
Warna
Bau
Fisik
Ungu kehitaman
Ketan dan alkohol
Mengembang, kenyal dan lunak

VI.            PEMBAHASAN
    Dari hasil percobaan yang didapat, beras ketan dengan berat 250 gram menghasilkan 140 ml air ketan yang telah direndam ragi selama 3 hari. Ketan yang telah diberi ragi adalah proses fermentasi. Hasil fermentasi akan terdapat alcohol, etanol, asam laktat dan hydrogen. Hasil fermentasi beras ketansering disebut tape ketan.
                 Adapun perubahan fisik ketan  yang terlihat dari hasil fermentasi diantaranya warna ungu kehitaman dengan bau khas ketan dan sedikit alcohol dan tekstur yang mengembang dan lunak. Ragi (Saccharomyces cereviceae) mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat pada ketan menjadi gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu, tape ketan terasa manis apabila sudah matang meskipun tanpa diberi gula sebelumnya. Air ketan yang dihasilkan akan di destilasi untuk menghasilkan etanol, namun alat destilasi yang dibuat praktikan kurang baik, sehingga praktikan belum berhasil untuk menghasilkan etanol.
VII.         KESIMPULAN
-      etanol dapat dihasilkan dari hasil fermentasi tape ketan item
-      Pembuatan Alat destilasi kurang baik, sehingga praktikan belum berhasil menghasilkan etanol
-      Tektur yang dihasilkan warna ungu kehitaman, mengembang dan lunak
a
VIII.      DAFTAR PUSTAKA




Sabtu, 14 September 2013

Proses Pembuatan Etanol dari Bahan Baku Ketan

Praktikum kimia organik untuk hari Senin tanggal 16 September 2013 ini tentang pembuatan etanol dari ketan/ singkong. nah, kelompok kami memilih untuk menggunakan ketan, karena kalau pakai singkong repot harus marutnya hahaha.

Begini nih cara bikin tape ketan (kayaknya sih udah pada bisa yah):
-Beli dulu beras ketannya *ya iyalah* sama raginya jangan lupa. Kira-kira harga ketannya itu 16 ribuan deh. Plus raginya 5 ribu..
-Lalu, kita olah ketannya. Dicuci terlebih dahulu, terus didiamkan sekitar 2 jam. Kalau udah, tiriskan airnya. 
-Jangan lupa siapin alat buat mengkukus ketannya. Bisa pakai rice cooker, atau pakai alat kukusan.
-Dimasukin deh ketannya ke dalam kukusan, kukus selama 30 menit. Jangan sampai beras ketannya terlalu lembek yaa..
-Setelah itu, ditiriskan. Ditaruh diatas nampan (bisa pakai plastik juga kok, tapi yang bersih ya), diratain ketannya.
-Raginya jangan lupa. Satu ragi itu biasanya bisa buat 1 liter beras ketan. Ditumbuk ya raginya..
-Disprinkle deh hehehe, ditaburin gitu maksudnya. 
-Waktunya menunggu! 3-7 hari maks. Eh tapi variasi sih, makin lama makin gawl, eh makin banyak alkoholnya. 
-Selamat mencoba adik-adik! hehehe

Minggu, 08 September 2013

Kalium Hydrogen Phtalat



Ini adalah gambar struktur kalium hydrogen phtalat (KHP). Rumus molekul C8H5KO4, Massa molar 204,22 g mol – 1. Nah…..sifat fisika dari molekul ini adalah  penampilannya putih atau berwarna padat. Kepadatan 1.636 g/cm3, titik lebur~ 295 ° C ( terurai ), Kelarutan dalam air 25 g/100 ml, Kelarutan sedikit larut dalam alcohol, Keasaman ( pKa ) 5,4, struktur koordinasi geometri tetrahedral dan dalam padatan ionik yaitu garam monopotassium asam ftalat .  Sedangkan sifat kimianya adalah Titik nyala Non - mudah terbakar.
PENGGUNAAN KHP ???
                        kalium hydrogen phtalat (KHP) merupakan senyawa garam asam dan standart primer yang sangat bagus untuk larutan basa, tersedia dengan mudah dalam kemurnian sekurang-kurangnya 99,95%. Garam ini stabil terhadap pemanasan, tidak higroskopik, dan mempunyai bobot ekivalen yang tinggi yaitu 204,4 g/eq. Zat ini merupakan asam monoprotik lemah. Asam monoprotik adalah sebuah asam yang hanya dapat melepaskan satu ion hidrogen per molekul dalam larutan.Salah satu penggunaannya yang paling penting adalah sebagai agen pentitrasi. Diantaranya untuk menstandasrisasikan larutan natrium hidroksida. Karena karena padatan natrium hidroksida sulit diperoleh dalam keadaan murni, larutan natrium hidroksida harus distandarasisasi terlebih dahulu sebelum digunakan dalam kerja analisis yang memerlukan keakuratan. Reaksi antara NaOH dan KHP adalah salah satu jenis reaksi penetralan yang paling sederhana. Persamaan reaksi antara KHP dan natrium hidroksida adalah
KHC8H4O4(aq) + NaOH(aq) -----> KNaC8H4O4(aq) + H2O(l)
Persamaan ionic totalnya adalah
HC8H4O4 (aq)       +     OH-       ------>                    C8H4O4- (aq)            +    H2O(l) 
 

Blogger news

Blogroll

About